Gsp1.ru

Медицинский журнал
0 просмотров
Рейтинг статьи
1 звезда2 звезды3 звезды4 звезды5 звезд
Загрузка...

Daftar Nama Penyakit yang Disebabkan oleh Virus

Daftar Nama Penyakit yang Disebabkan oleh Virus

Penyakit yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh sendiri selama sistem kekebalan tubuh Anda kuat. Namun, beberapa penyakit akibat virus terkadang perlu diobati dengan obat antivirus. Lalu, apa saja daftar penyakit yang disebabkan oleh virus?

Virus adalah organisme yang berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. Mikroorganisme ini membutuhkan inang yang hidup, misalnya manusia, hewan, atau tanaman untuk berkembang biak.

Daftar Nama Penyakit yang Disebabkan oleh Virus - Alodokter

Ketika virus memasuki sel tubuh Anda, ia mengambil alih sistem kerja sel lalu mengubahnya menjadi sel penghasil virus baru yang bisa menginfeksi sel tubuh lainnya.

Penyakit yang ditimbulkan akibat infeksi virus beragam. Ada yang bisa bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, ada pula yang tergolong serius dan memerlukan perawatan dokter.

Gejala Penyakit yang Disebabkan oleh Infeksi Virus

Secara umum, penyakit yang disebabkan oleh virus dapat memperlihatkan gejala yang mirip dengan penyakit akibat bakteri. Beberapa gejala yang umum dari kedua jenis infeksi ini adalah:

  • Batuk dan bersin
  • Muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Kram

Sifat kedua mikroba ini bisa menyebabkan infeksi akut yang berlangsung singkat, infeksi kronis yang berlangsung berminggu-minggu hingga seumur hidup, dan infeksi laten yang tidak menunjukkan gejala di awal, tetapi dapat aktif kembali setelah periode tertentu. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan mengapa virus bisa menimbulkan infeksi pada manusia. Salah satu penyebab tersebut adalah mutasi virus.

Daftar Penyakit yang Disebabkan oleh Virus

Berikut ini adalah beberapa daftar penyakit yang disebabkan oleh virus:

1. Pilek

Pilek adalah penyakit paling umum ditemui yang ditandai dengan gejala berupa bersin, radang tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak berusia di bawah 6 tahun.

2. Flu

Biasanya flu memilki gejala yang lebih serius dibanding gejala pilek. Demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, meriang, mual, dan muntah adalah beberapa contoh gejala flu. Flu umumnya menyebar lebih mudah di kala musim hujan karena iklim yang lembap dapat menunjang penyebaran virus flu dengan baik.

3. Cacar air

Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster dan paling sering dialami oleh anak-anak berusia di bawah 15 tahun, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa. Ruam dan gatal merupakan gejala paling umum dari cacar air. Gejala tersebut bisa muncul di wajah, dada, punggun, hingga menyebar ke seluruh tubuh.

4. Demam berdarah dengue

Penyakit ini umum ditemukan pada daerah yang hangat dan lembap dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Wabah demam berdarah dengue biasanya merebak di musim hujan. Gejala yang muncul di antaranya adalah demam tinggi, sakit kepala, ruam, nyeri otot dan sendi, serta muntah.

5. Chikungunya

Virus chikungunya disebarkan oleh nyamuk yang juga menyebarkan demam berdarah dengue dan virus zika. Virus ini juga bisa menyebar melalui darah. Gejala paling umum yang muncul akibat virus ini adalah demam dan nyeri sendi. Gejala lain yang mungkin muncul bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, dan ruam.

6. Hepatitis viral

Virus hepatitis B dan C menyerang organ hati dan biasanya menyebar melalui cairan tubuh, seperti darah dan sperma, penderita yang telah terinfeksi virus ini. Penderita hepatitis akibat virus ada yang tidak menunjukkan gejala hingga bertahun-tahun lamanya. Diagnosis biasanya didapatkan setelah melakukan tes darah.

7. Rabies

Penyakit yang disebabkan oleh virus rabies ini bisa menjangkit seseorang yang terkena gigitan hewan. Gejala yang bisa terjadi berupa demam, sakit kepala, kelelahan, kebingungan, halusinasi, ketakutan pada air, dan kelumpuhan.

8. Rubella

Penyakit ini sangat berbahaya bagi janin dalam kandungan bila dialami oleh ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran atau cacat bawaan. Gejala rubella atau disebut juga campak Jerman ini umumnya adalah demam ringan dan ruam yang dimulai dari area wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

9. Zika

Virus zika umumnya menyebar melalui gigitan nyamuk, namun bisa juga menyebar melalui hubungan seksual atau aliran darah ibu ke janin dalam kandungannya. Gejala yang muncul akibat virus ini adalah demam, ruam, nyeri sendi dan otot, gatal di seluruh tubuh, sakit kepala dan konjungtivitis. Bayi yang dikandung ibu dengan infeksi virus zika bisa mengalami mikrosefalus.

Читать еще:  Влияние ротовируса на почки

10. HIV/AIDS

Virus HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh penderitanya dengan cara menghancurkan sel darah putih yang tugasnya melawan infeksi. AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV. Penyakit ini menyebar melalui hubungan seksual berisiko dan berbagi pakai jarum suntik dengan orang yang terinfeksi HIV.

11. COVID-19

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan sesak napas. Gejala ini dapat muncul 2–14 hari setelah terpapar virus.

Selain penyakit-penyakit di atas, masih banyak macam penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya, yaitu Ebola, kutil kulit atau kutil kelamin, polio, dan rotavirus. Penanganan masing-masing penyakit ini juga berbeda-beda.

Penyakit yang disebabkan oleh virus memang ada yang cukup dilawan dengan sistem kekebalan tubuh sendiri. Namun, beberapa virus bisa berkembang sangat cepat, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa saja kalah saat melawannya.

Hal ini membuat sebagian penderita infeksi virus membutuhkan bantuan pengobatan, misalnya obat antivirus untuk membantu melawan virus, obat pereda keluhan untuk memperbaiki keadaan penderita, atau obat untuk memperkuat sistem imun agar mampu melawan virus.

Oleh karena itu, jika Anda kemungkinan tertular infeksi virus dari seseorang atau gigitan hewan dan mengalami gejala-gejala infeksi virus, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan yang sesuai.

Диагностика Варицелла Зостер: 4 основных метода

Чтобы точно диагностировать ветрянку, необходимо сдать ряд анализов. Существует 4 основных анализа, чтобы выявить вирус.

  • Взятие мазка изо рта или слюны. Необходимо заранее уточнить, как правильно подготовиться к анализу, чаще всего перед анализами не пьют и не едят несколько часов, чтобы не нарушить микрофлору. Мазок берут на вирус герпеса 3-го типа.
  • Взятие анализа крови – чтобы выявить тип вируса.
  • Анализ жидкости из пузырьков.
  • Тест на антитела из семейства IgM. Если их значение растёт, то это говорит о заражении.

Blisters

After the shingles rash has erupted, the rash progresses over the next seven days into fluid-filled vesicles (blisters). The blisters burst open and the fluid leaks out.

During the blister stage of shingles, the condition is highly contagious for anyone who touches the blisters who has not had chickenpox. This is because shingles is caused by the same virus (called the varicella-zoster virus) that causes chickenpox. Until the blisters are completely crusted over and healed, the virus can easily be transmitted.

Management during the blister stage of shingles involves preventing the spread of the disease by:

  • Covering the rash
  • Avoiding touching or scratching the rash
  • Washing hands frequently
  • Avoiding contact with those who have not had the chickenpox or the chickenpox vaccine
  • Avoiding contact with infants and pregnant people

Rimedi naturali

Alcuni di questi rimedi possono alleviare il dolore e il prurito e migliorare la guarigione:

Oli essenziali

Gli oli essenziali sono stati usati come rimedi erboristici per molti anni, spesso per le malattie della pelle.

Tra i rimedi fai da te per ridurre i sintomi è consigliato utilizzare degli olii essenziali.

Tra i rimedi fai da te per ridurre i sintomi è consigliato utilizzare degli olii essenziali.

Alcuni oli essenziali hanno proprietà che possono aiutare a combattere l’irritazione e favorire la guarigione della pelle. Questi oli includono:

  • Olio di camomilla, che ha proprietà antinfiammatorie e antimicrobiche e può migliorare le ulcere e le piaghe da decubito aiutando la rigenerazione delle cellule della pelle.
  • Olio di eucalipto, che ha proprietà anti-infiammatorie e può aumentare la velocità di guarigione delle piaghe dei pazienti affetti da cancro.
  • Olio dell’albero del tè, che ha proprietà antinfiammatorie e antimicrobiche e può favorire la guarigione delle ferite.

Attenzione però che in alcuni casi, gli oli essenziali puri possono causare reazioni allergiche. Pertanto, le persone occorrerebbe sempre fare un patch test prima di provarli.

È meglio diluire gli oli con un olio vettore o recarsi in farmacia per acquistarli premiscelati come un unguento topico sicuro.

La FDA non ha approvato l’uso di molti oli essenziali, quindi è importante parlare con il proprio dermatologo prima di usarne uno.

Читать еще:  Можно ли подхватить ветрянку у прохожего мимо?

Impacchi freddi

Tenere panni o impacchi freschi sull’eruzione cutanea può aiutare ad alleviare il prurito e ridurre l’infiammazione.

Inumidire leggermente un panno di cotone naturale o un asciugamano con acqua fredda e strizzarlo prima di posizionarlo sulle zone irritate e pruriginose

Si può inumidire leggermente un panno di cotone naturale o un asciugamano con acqua fredda e strizzarlo prima di posizionarlo sulle zone irritate e pruriginose. Ripetere la procedura, se necessario.

È anche preferibile non esporre la pelle a temperature estreme, quindi evitare di usare bagni di ghiaccio o acqua molto calda. L’acqua calda aumenterà il flusso sanguigno e potenzialmente rallenterà la guarigione delle ferite, mentre il ghiaccio aumenterà la sensibilità della pelle.

Amamelide

I ricercatori ritengono che l’amamelide sia più efficace della camomilla per ridurre l’infiammazione e il prurito in alcuni soggetti.

Le proprietà cicatrizzanti del decotto di Hamamelis erano note ai nativi americani, che lo utilizzavano per curare le ferite.

È possibile acquistare l’amamelide in una varietà di forme, la più comune delle quali è in crema o acqua. Molte creme a base di amamelide sono disponibili online.

Si può applicare l’amamelide topicamente sulle zone irritate e infiammate per ottenere sollievo.

Bagni freschi

Fare bagni o docce fresche ogni giorno, con il minimo scrub, aiuta a mantenere le lesioni e le vesciche pulite e ridurre il rischio di infezione.

Lavare il viso

L’acqua fredda dovrebbe anche alleviare i punti irritati e pruriginosi, aiutando a prevenire i graffi, che potrebbero causare cicatrici.

Bagni d’avena

Alcuni studi suggeriscono che l‘estratto di avena può idratare la pelle secca e lenire la pelle sensibile e infiammata.

Polvere di Avena Colloidale

La FDA ha approvato la farina d’avena colloidale come trattamento sicuro ed efficace. I prodotti a base di avena colloidale solitamente sono privi di proteine dell’avena per prevenire reazioni allergiche.

I principi attivi che aiutano a ridurre l’infiammazione includono flavonoidi e saponine. Questi prodotti si possono usare in un bagno fresco per alleviare il dolore e il prurito.

Gentiana scabra

I ricercatori hanno scoperto che la Gentiana scabra, un fiore blu o viola presente in tutto il Nord America, ha effetto positivo nel sollievo dal dolore nel fuoco di Sant’Antonio e diminuisce la probabilità di nevralgia post-erpetica.

Immagine: Fiore di Gentiana scabra

Riducendo l’infiammazione della pelle, la Gentiana scabra riduce al minimo il dolore e favorisce la guarigione.

Dieta

Una dieta salutare è vitale per prevenire e combattere le malattie.

Le linee guida dietetiche per gli americani raccomandano di seguire una dieta variata che comprende molte verdure, frutta e cereali integrali, nonché legumi, noci e carni magre.

cibi pelle perfetta

E’ salutare includere nella dieta cibi arancioni, rossi e verdi che contengono il carotenoide licopene, la luteina, la zeaxantina e la provitamina A. I carotenoidi sono molto importanti per la funzione immunitaria e si trovano nei seguenti alimenti:

  • cibi arancioni: carota, zucca e albicocca
  • cibi rossi: anguria, peperoncino, pompelmo e ciliegia
  • alimenti verdi: cavolo, prezzemolo, spinaci, melone, lattuga e indivia

Limitare i grassi saturi, ed evitare l’aggiunta di zuccheri e sale ove possibile, può anche ridurre l’infiammazione e migliorare la funzione immunitaria.

Integratori vitaminici

Le persone sane non dovrebbero aver bisogno di assumere integratori. Tuttavia, gli individui che sono immunocompromessi e di età superiore ai 50 dovrebbero considerare l’utilizzo di integratori per mantenere una buona salute.

Integratori alimentari

L’assunzione di vitamina C, zinco e integratori di selenio può migliorare l’immunità negli anziani.

Esiste un legame tra la vitamina D e la funzione immunitaria.

Molte persone anziane sono a rischio di bassi livelli di vitamina D, quindi devono esporsi al sole sufficientemente o assumere integratori per proteggere il loro sistema immunitario.

L’assunzione di vitamina C, zinco e integratori di selenio può migliorare l’immunità negli anziani.

Tuttavia, assumere alte dosi di vitamine e minerali può fare più male che bene.

I multivitaminici, che contengono livelli più bassi e più sicuri di molte vitamine e minerali, sono in genere un’opzione migliore.

Smettere di fumare

Il fumo non offre benefici per la salute ed è sempre dannoso. È vitale smettere di fumare perché aumenta il rischio di molti tumori e malattie.

Smettere di fumare

Smettere di fumare

Il fumo riduce l’immunità contro le infezioni, specialmente nelle persone anziane, e può ritardare il recupero e la guarigione.

Читать еще:  Вирусы у ребенка, и сильнейший кашель

Ridurre lo stress

Usare la meditazione per rilassarsi e cercare di riposare quando possibile può aiutare a ridurre i sintomi dello stress.

Ridurre lo stress è importante per ridurre i sintomi

Ridurre lo stress è importante per ridurre i sintomi

Как развивается болезнь

Virus varicella zoster передается контактно-бытовым или воздушно-капельным путем. Человек заразен в период появления пузырьковой сыпи по телу. В детском возрасте это элементы высыпаний, которые покрывают все участки кожи: руки, ноги, живот, спину, лицо. Внутри этих пузырьков содержится большое количество вирусов, которые распространяются на окружающих людей.

После первичной инфекции вирус герпеса переходит в спящее состояние. Передача его в этот момент невозможна. Он направляется по нервным окончаниям напрямую к позвоночнику, где и обосновывается в нервных узлах. Инфекция ускользает от иммунного ответа, поэтому так и остается персистировать в организме. При снижении иммунитета появляются предпосылки для толчка к развитию вируса. Вспышка заболевания может произойти по следующим причинам:

  • переохлаждение;
  • частые стрессы;
  • физическая усталость и умственное перенапряжение;
  • частые заболевания, применение антибиотиков;
  • состояния после лечения препаратами, снижающими иммунитет;
  • ВИЧ-инфекция;
  • состояние после лучевой терапии;
  • иммуносупрессия у пациентов после пересадки органов.

В некоторых случаях тяжело установить причину опоясывающего лишая, но он всегда будет появляться на фоне сниженного иммунитета.

Часто в зоне риска оказываются пожилые люди. Для возраста старше 50 лет характерно уменьшение иммунной защиты, поэтому признаки герпеса по типу опоясывающего лишая возникают у них чаще, чем у молодых.

What Causes Shingles?

When the varicella zoster virus gets into your body, the first problem it causes is chickenpox. You may think of it as a childhood disease, but adults can get it, too.

After chickenpox runs its course, the virus moves into the nerve tissues near your spinal cord and brain, where it stays.

We don’t know why, but sometimes, years later, the virus “wakes up” and travels along nerve fibers to your skin. That’s when it lands its second punch: shingles, also called herpes zoster.

What is causing my rash?

A rash is defined as a widespread eruption of skin lesions. It is a very broad medical term. Rashes can vary in appearance greatly, and there are many potential causes. Because of the variety, there is also a wide range of treatments.

A rash can be local to just one small part of the body, or it can cover a large area.

Rashes come in many forms, and common causes include contact dermatitis, bodily infections, and allergic reactions to taking medication. They can be dry, moist, bumpy, smooth, cracked, or blistered; they can be painful, itch, and even change color.

Rashes affect millions of people across the world; some rashes may need no treatment and will clear up on their own, some can be treated at home; others might be a sign of something more serious.

There are a number of potential causes of rashes, including allergies, diseases, reactions, and medications. They can also be caused by bacterial, fungal, viral, or parasitic infections.

Contact dermatitis

One of the most common causes of rashes – contact dermatitis – occurs when the skin has a reaction to something that it has touched. The skin may become red and inflamed, and the rash tends to be weepy and oozy. Common causes include:

  • dyes in clothes
  • beauty products
  • poisonous plants, such as poison ivy and sumac
  • chemicals, such as latex or rubber

Medications

Certain medications can cause rashes in some people; this may be a side effect or an allergic reaction. Also, some medications, including some antibiotics, cause photosensitivity – they make the individual more susceptible to sunlight. The photosensitivity reaction looks similar to sunburn.

Infections

Infections by bacteria, viruses, or fungi can also cause a rash. These rashes will vary depending on the type of infection. For instance, candidiasis, a common fungal infection, causes an itchy rash that generally appears in skin folds.

голоса
Рейтинг статьи
Ссылка на основную публикацию
ВсеИнструменты
Adblock
detector